Rahasia Budidaya Hidroponik Bawang Merah yang Sukses

Posted on

Budidaya tanaman hidroponik semakin populer dan banyak diterapkan oleh masyarakat, terlebih bagi mereka yang tinggal di perkotaan dan tidak memiliki lahan luas. Salah satu budidaya yang wajib dicoba adalah hidroponik bawang merah. Lantas, bagaimanakah langkah penanamannya? Berikut ulasan lengkapnya. 

Hidroponik Bawang Merah
Momsmoney

Tahapan untuk Budidaya Hidroponik Bawang Merah

Ada banyak jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dengan metode hidroponik. Misalnya saja bawang merah. Tanaman yang satu ini relatif mudah dirawat, sehingga bisa jadi pilihan tepat untuk dibudidayakan di rumah. 

Berikut tahapan untuk budidaya bawang merah menggunakan sistem hidroponik. 

Siapkan Bahan

Pertama, petani harus menyiapkan styrofoam dan boks air dengan ketinggian minimal 30 cm. Selain itu, siapkan gelas plastik bekas, tanah dan sekam bakar. 

Lanjut, persiapkan bawang merah yang akan dijadikan sebagai benih. Jika sudah, siapkan kain flanel dengan lebar 2-3 cm, cutter atau gunting, air dan nutrisi hidroponik. 

Pembuatan Media Tanam

Setelah mempersiapkan bahan, langkah selanjutnya adalah membuat media tanam. Pertama, buat styrofoam tebal yang dibentuk seperti pot besar. 

Kemudian, buat tutup boks styrofoam yang lebih tipis. Sebaiknya, sesuaikan ukurannya dengan bagian atas box air. Lanjut, buat lubang pada tutup boks dengan diameter 5 cm. Atur jarak antar lubang sekitar 10 cm. 

Jangan lupa untuk membuat lubang kecil di bagian bawah gelas plastik sebagai jalan kain flanel. Jika sudah, masukkan kain flanel ke dalam lubang bawah gelas plastik. Nantinya, kain ini berfungsi sebagai perantara untuk menyalurkan air ke tanaman. 

Lanjut, isi box air menggunakan larutan nutrisi. Petani bisa menggunakan nutrisi AB Mix yang khusus digunakan untuk menutrisi tanaman hidroponik. Sebaiknya, gunakan larutan 5 ml untuk masing-masing Mix A dan Mix B dengan 1 liter air. 

Lanjut, campurkan tanah dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1 untuk setiap gelasnya. Jika sudah, masukkan gelas-gelas plastik tersebut ke lubang tutup box. 

Proses Penanaman

Masuk ke tahap penanaman benih hidroponik bawang merah yang sudah dipersiapkan. Caranya cukup mudah, yakni dengan membenamkan setengah bagian ujung umbi ke media tanam. 

Sebelum benih ditanam, ada baiknya untuk menyiramnya terlebih dahulu menggunakan air biasa. Lalu, letakkan bawang merah di tempat teduh selama 3-4 hari atau tunggu hingga pucuk keluar. 

Jika tunas sudah bekembang sekitar 1 cm, isi tandon dengan cairan zat AB Mix. Selanjutnya, letakkan di tempat yang terkena cahaya matahari secara penuh. 

Tahap Pemanenan

Umumnya, bawang merah dengan sistem hidroponik bisa dipanen ketika berumur 2.5 bulan setelah masa tanam. Jumlah umbi yang bisa dipanen pun cukup beragam. Mual dari 5 hingga 10 umbi per pot. Hal ini tergantung pada perawatan tanaman dan nutrisi yang diperoleh selama masa penanaman. 

Melansir dari laman jagadtani.com, menanam dengan teknik hidroponik tidaklah mudah. Petani harus terus memantau bagaimana nutrisi tetap terjaga untuk tanaman. Jadi, setiap kali pengecekan yang dilakukan pertama kali adalah melihat kandungan nutrisi di bak-bak penampungnya. Hasil pertanian menyebutkan bahwa lahan seluas 400 meter persegi berhasil digunakan untuk menanam 1000 bawang merah. Setiap lubang ini bisa menghasilkan 500-800 gram bawang merah. 

Perbandingan Ketahanan Tumbuhan pada Metode Hidroponik vs Pertanian Tradisional 

Secara umum, tanaman hidroponik bisa tumbuh di iklim apapun sepanjang tahun. Sebab, sistem penanamannya berada di dalam ruangan. Sayangnya, variestas yang ditanaman terbatas pada jenis tertentu. Petani hanya bisa menanam ragam sayuran berdaun, herbal, stroberi, paprika dan sebagainya. Disisi lain, pertanaman tradisional lebih bergantung pada iklim dan kondisi cuaca. Meskipun demikian, varietas tanaman yang bisa ditanam jauh lebih luas dibandingkan hidroponik. Hal ini termasuk tanaman yang tumbuh di bawah tanah seperti kentang, wortel, bawang merah dan sebagainya. 

Sebenarnya, metode penanaman hidroponik vs pertanian tradisional bisa sama-sama menguntungkan. Hanya saja, sistem hidroponik tergolong lebih ideal bagi petani yang tidak memiliki lahan. Sistem ini juga bisa jadi andalan bagi mereka yang sekedar hobi menanam sayuran dalam jumlah sedikit. 

Teknik hidroponik bawang merah di atas cukup mudah untuk diikuti. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan juga cukup sederhana. Oleh sebab itu, metode ini cocok diterapkan bagi petani profesional maupun pemula yang ingin mencoba teknik pertanian modern. /Siti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *